Doa Awal Tahun Ajaran 2025/2026
NewsDoa Awal Tahun Ajaran 2025/2026:
Doa sebagai Kekuatan menuju Masa Depan yang Gemilang
Jumat, 18 Juli 2025, Sekolah Regina Caeli menyelenggarakan kegiatan Doa Awal Tahun Ajaran 2025/2026 yang melibatkan seluruh siswa dari jenjang PG–TK hingga SMA. Kegiatan ini menjadi sebuah wujud nyata komitmen Sekolah Regina Caeli terhadap pentingnya keberadaan agama dari masing-masing siswa. Semua siswa mendapat tempat yang sama dalam mengekspresikan keyakinan atau kepercayaan sesuai agama masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu: Sesi I adalah agama Islam dan agama Buddha. Sesi II adalah agama Kristen Katolik, agama Kristen Protestan, dan agama Hindu. Semua siswa dan PTK Sekolah Regina Caeli mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan khidmat.
Doa Bersama Agama Buddha
Pada sesi pertama, yang dimulai pukul 07.30 WIB, siswa/i beragama Buddha berkumpul di lapangan SMA. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh MC, Defi, dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bhikkhu Dhammiko, didampingi oleh Mr. Moko, Ms. Wati, dan Laoshi Ermi.
Rangkaian doa meliputi pembacaan paritta-paritta suci, seperti Namakāra Gāthā, Pubbabhāganamakāra, hingga Jaya Paritta. Dalam ceramahnya, Bhikkhu Dhammiko menekankan pentingnya belajar dengan jujur, tidak bergantung pada kecerdasan buatan, serta menjalani kehidupan sesuai lima sila Buddhis. Beliau menyampaikan, “Orang yang tidak mau belajar akan menjadi seperti sapi, daging bertambah, tetapi kebijaksanaannya tidak.”
Kegiatan dilanjutkan dengan Amisa Puja, pemberkahan oleh para bhikkhu, dan praktik kebajikan Dana Pāramitā. Doa ditutup dengan paritta penutup dan lagu Buddhis “Sungguh Indah”, serta sesi foto bersama.

Doa Bersama Agama Islam
Masih pada sesi pertama, siswa/i beragama Islam melaksanakan doa bersama di lantai 5 gedung Sekolah. Acara dimulai dengan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa SD, serta lantunan Sholawat Badar oleh perwakilan dari siswa SMP dan siswa SMA.
Sambutan disampaikan oleh Ma’am Ririn, Kepala SMA Regina Caeli, yang mengangkat tema tahun ini, “Unggul Karakterku, Gemilang Prestasiku”. Ceramah disampaikan oleh Ust. M. Aropik Andalas, S.Pd., M.Pd., yang mengupas empat sifat utama Nabi Muhammad SAW: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathonah (cerdas). Acara ditutup dengan kuis interaktif dan pemberian hadiah kepada siswa yang mampu menjawab dengan benar.

Doa Bersama Agama Kristen Katolik
Sesi kedua dimulai pukul 09.30 WIB, diawali dengan ibadah Katolik yang berlangsung di hall utama Sekolah dan dipimpin oleh Romo Bonifasius Heribertus. Umat dari seluruh jenjang hadir untuk mengikuti misa yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita.
Dalam khotbahnya, Romo Boni membawakan ayat dari Matius 18:3 dan mengaitkannya dengan pentingnya perubahan karakter dan kedisiplinan. Ia menekankan bahwa karakter unggul harus dibentuk sejak dini, agar membawa masa depan yang gemilang. Salah satu contoh perubahan positif yang disampaikan adalah kebijakan masuk sekolah lebih pagi, yang diharapkan membentuk kebiasaan baik bagi siswa. Misa ditutup dengan sesi foto bersama.

Doa Bersama Agama Kristen Protestan
Siswa/i Kristen Protestan memulai ibadah bersama dengan pujian yang dipandu tim musik gabungan SMP–SMA. Pendeta Yohanes Neolaka menyampaikan firman Tuhan yang menekankan pentingnya percaya sepenuhnya pada Tuhan, rendah hati, tanggung jawab, dan keyakinan bahwa Tuhan akan membimbing masa depan mereka. Beliau menyampaikan bahwa karakter unggul dalam Kristus terbentuk dari proses ketaatan kepada firman Tuhan, kejujuran, dan kesungguhan dalam belajar. “Sebagai pelajar dan sebagai orang percaya, ada hal yang harus kita lakukan agar memiliki karakter unggul untuk meraih masa depan yang gemilang, yaitu takut akan Tuhan; taat melakukan firman Tuhan; tidak bersandar kepada pengertian diri sendiri. Proses inilah yang harus kita lakukan, agar perubahan karakter dalam diri anak-anak Tuhan semakin dibaharui,” tegas Pendeta Yohanes Neolaka. Kegiatan ditutup dengan doa syafaat, sesi kuis dengan hadiah, dan persembahan sukarela.

Doa Bersama Agama Hindu
Ibadah agama Hindu dipimpin oleh Pemangku Nyoman Artawan. Ibadah dimulai dari sembahyang (Puja Trisandhya); menyanyikan lagu rohani Hindu; dan Dharma Wacana. Pemangku Nyoman dalam kesempatan dharma wacana menegaskan bahwa sebagai manusia, kita harus senantiasa melaksanakan dharma, yaitu menjalankan ajaran Tri Kaya Parisudha, tiga perbuatan baik yang meliputi berpikir baik, berbicara baik, dan berbuat baik. Selain itu, kita perlu menjaga keharmonisan sesuai ajaran Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang selaras antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Pendidikan karakter berbasis agama yang kita peroleh di Sekolah, perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan membaca doa setiap hari, melaksanakan Yadnya seperti mesaiban, membantu orang tua di rumah, serta ikut serta dalam pelaksanaan Yadnya di masyarakat.

Kontributor: Agnes, Candice, Felicia, Shinta, Cathrine (siswa SMA Regina Caeli)
Kontributor: Cathrine (murid kelas 12 SMA RC) dan Candice (murid kelas 11 SMA RC)
#FirstDayGoingtoSchool
#ReginaCaeliSchool
#TahunAjaran2025/2026
