World Food Day. Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti
NewsWorld Food Day
Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti
Saat ini anak-anak hidup di era modern yang serba mudah. Mereka dapat menikmati berbagai makanan lezat yang dijual di supermarket, restoran, atau bahkan di kantin sekolah. Makanan modern sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak masa kini. Apakah hal itu keliru? Tentu tidak. Namun, perlu kerja sama antara orang tua dan sekolah untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh mereka sehat, kuat, dan tidak mudah sakit.
Menurut Hardinsyah, Ahli Gizi IPB, “Kecukupan gizi pada anak usia sekolah berdampak langsung pada kemampuan berpikir, daya ingat, dan semangat belajar.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendidikan gizi sejak dini agar anak tumbuh cerdas dan berkarakter sehat.
Berangkat dari situasi tersebut, penulis bersama guru-guru ingin mengajak murid-murid untuk mengonsumsi bekal sehat dari rumah dengan porsi yang sesuai kebutuhan serta tidak membuang makanan, walaupun hanya sedikit.
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, SD Regina Caeli mengadakan kegiatan kebersamaan di luar ruangan yang diikuti oleh murid bersama para guru. Kegiatan ini menjadi momen untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menghargai makanan, mensyukuri rezeki, serta membiasakan perilaku bertanggung jawab terhadap pangan sejak dini.
Kegiatan diawali dengan ulasan singkat mengenai pentingnya menghargai makanan. Para murid diajak memahami bahwa makanan merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan yang patut disyukuri dan tidak boleh disia-siakan. Melalui kegiatan ini, murid juga belajar bahwa masih banyak orang yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga setiap makanan yang tersedia perlu dihargai dengan sebaik-baiknya.
Setelah mendapatkan pemahaman tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan berdoa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas makanan yang tersedia. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika murid dan guru menikmati makanan di luar ruangan. Momen sederhana ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak lupa, para murid juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan selama dan setelah makan. Mereka dibiasakan makan dengan tertib, makan tidak berceceran, menjaga lingkungan tetap bersih, serta menghabiskan makanan tanpa menyisakan masakan yang telah diambil. Kebiasaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus wujud nyata menghargai makanan dan mengurangi pemborosan pangan.
Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia ini, SD Regina Caeli berharap murid dapat menumbuhkan kebiasaan bersyukur, menghargai setiap makanan, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang-buang pangan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan baik di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Menghargai makanan adalah bentuk rasa syukur. Menghabiskan makanan secukupnya, menjaga kebersihan, dan tidak menyia-nyiakan pangan merupakan langkah sederhana untuk menciptakan kehidupan yang lebih peduli dan bertanggung jawab.
Oleh: Anastasya Febrianti
SD Regina Caeli


